Devins Barcelona Devins Barcelona
/home / internasional / Bukan Spanyol, Turki Sabet Gelar...
INTERNASIONAL

Bukan Spanyol, Turki Sabet Gelar Juara Dunia Tidak Resmi

Pemain Timnas Turki merayakan kemenangan di Piala Dunia 2026

Pemain Timnas Turki merayakan kemenangan di Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 di Amerika Utara resmi berakhir dengan Tim Nasional Spanyol keluar sebagai juara usai menundukkan Argentina 1-0 di laga final. Meski demikian, gelar "Juara Dunia Tidak Resmi" atau Unofficial Football World Championships justru tidak dipegang oleh Tim Matador.

Berdasarkan pantauan redaksi, gelar Unofficial Football World Championships tersebut kini dipegang oleh Turki. Meskipun harus tersingkir secara menyedihkan di babak penyisihan grup, Turki berhasil mengklaim gelar tersebut berkat kemenangan 3-2 atas Amerika Serikat pada laga terakhir Grup D.

Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa sistem Juara Dunia Tidak Resmi ini menerapkan konsep gelar linier seperti dalam olahraga tinju. Sebuah negara hanya bisa merebut gelar tersebut jika berhasil mengalahkan pemegang gelar bertahan dalam pertandingan internasional resmi.

Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Australia memegang status tersebut sejak Maret 2026 setelah mengalahkan Kosovo. Amerika Serikat kemudian merebutnya usai menundukkan Australia 2-0 pada 19 Juni, sebelum akhirnya takluk dari Turki di laga penutup grup.

Gelar Unofficial Football World Championships sendiri merupakan konsep yang diciptakan oleh penggemar sepak bola sejak 1967, dengan menghitung hasil pertandingan internasional secara retroaktif hingga laga pertama antara Inggris dan Skotlandia pada 1873. Menurut catatan sejarah, Skotlandia menjadi tim tersukses dalam ajang tidak resmi ini dengan koleksi 86 kali gelar juara.

// TOPICS
Analis Taktik & Pengamat Sepak Bola Barcelona

Kasiran Firmansyah adalah analis taktik sepak bola yang mendalami gaya permainan Barcelona sejak era tiki-taka. Dengan latar belakang sebagai mantan pemain akademi sepak bola, ia memiliki pemahaman mendalam tentang formasi, strategi, dan pergerakan pemain di atas lapangan. Analisisnya yang tajam dan data-driven sering menjadi bahan diskusi hangat di kalangan pecinta taktik sepak bola. Ia juga aktif menulis tentang perkembangan pemain muda La Masia dan sistem pembinaan di Barcelona.