Devins Barcelona Devins Barcelona
/home / internasional / Drama Piala Dunia 2026: AS Gugur,...
INTERNASIONAL

Drama Piala Dunia 2026: AS Gugur, Tangis Ronaldo, Skandal Prancis

Suporter Amerika Serikat mendukung timnya di babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia

Suporter Amerika Serikat mendukung timnya di babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia

Piala Dunia 2026 menyajikan drama besar dalam rangkaian pertandingan babak 16 besar yang berlangsung sengit. Berdasarkan laporan terkini, tim nasional Amerika Serikat secara mengejutkan harus tersingkir dari kompetisi setelah mengalami kekalahan menyakitkan dari Belgia. Padahal, skuad asuhan Mauricio Pochettino tersebut sempat tampil mendominasi pada empat pertandingan awal mereka di fase grup.

Kegagalan Amerika Serikat ini menjadi antiklimaks setelah adanya kontroversi seputar penyerang Folarin Balogun yang diizinkan bermain kembali pascakartu merah, serta adanya intervensi dari tokoh politik seperti Donald Trump. Dari pantauan redaksi, performa Belgia justru berbalik drastis menjadi sangat tangguh di fase gugur ini, sementara blunder fatal dari penjaga gawang Amerika Serikat memastikan kepulangan tim tuan rumah lebih awal.

Drama tidak kalah emosional terjadi pada laga Spanyol melawan Portugal, di mana Cristiano Ronaldo harus menyudahi mimpinya di Piala Dunia dengan tetesan air mata. Portugal tersingkir di menit-menit akhir pertandingan akibat lini serang yang dinilai kurang dinamis. Menurut pengamatan tim redaksi, Ronaldo yang kini berusia 41 tahun tampak kehilangan mobilitas dan kecepatan di atas lapangan hijau.

Meskipun menangis saat berjalan menuju lorong ruang ganti, Cristiano Ronaldo menegaskan dirinya tidak menyesal. "Naturellement, saya sedih keluar dari Piala Dunia seperti ini, tetapi saya telah memberikan segalanya dan pergi dengan hati yang tenang," ungkap Ronaldo. Ia juga melontarkan kalimat ikonik bahwa sebelum era dirinya, Portugal tidak memiliki gelar juara, dan menganggap trofi Euro 2016 miliknya setara dengan Piala Dunia.

Di luar lapangan, sebuah insiden diplomatik memanas antara Prancis dan Paraguay akibat sebuah takarir di media sosial. Senator oposisi Paraguay, Celeste Amarilla, memicu kontroversi besar setelah melontarkan kritik tajam kepada kapten timnas Prancis, Kylian Mbappé. Menanggapi hal tersebut, Mbappé secara terbuka menggambarkan sang senator sebagai "seorang wanita yang keji dan tidak layak memegang jabatannya".

Berdasarkan perkembangan terbaru, ketegangan ini langsung direspons oleh kepala negara kedua belah pihak. Presiden Prancis Emmanuel Macron turun tangan membela Mbappé, sementara Presiden Paraguay Santiago Peña segera mengirimkan surat resmi kepada Macron untuk menyatakan rasa tidak nyaman atas insiden tersebut. Pemerintah Paraguay dalam rilis resminya juga mengecam keras pernyataan anggotanya karena dinilai bertentangan dengan prinsip martabat manusia.

// TOPICS
#piala_dunia_2026 #sepak_bola #cristiano_ronaldo #kylian_mbappe #timnas_belgia #amerika_serikat #prancis #paraguay
Tim Jurnalis & Analis Barcelona

Redaksi Devins Barcelona terdiri dari jurnalis sepak bola yang bersemangat, analis taktik, dan pengamat klub yang berdedikasi untuk menyajikan berita Barcelona paling lengkap dan terpercaya. Dari berita transfer terbaru hingga analisis taktik mendalam, serta laporan eksklusif dari balik layar Blaugrana, kami siap melayani para culers di seluruh Indonesia.