Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyajikan drama luar biasa saat Inggris berhadapan dengan salah satu tuan rumah, Meksiko, di Estadio Azteca yang legendaris. Melalui perjuangan yang sangat menguras energi, skuad asuhan Thomas Tuchel akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor ketat 3-2 untuk menyusul Norwegia ke babak perempat final.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Laga sempat tertunda selama satu jam akibat cuaca buruk dan badai petir yang melanda kota Mexico City. Namun, atmosfer panas langsung terasa sejak peluit pertama dibunyikan. Berdasarkan pantauan redaksi, puluhan ribu pendukung El Tri terus mengintimidasi para pemain Inggris dengan sorakan riuh setiap kali tim tamu menguasai bola.
Inggris sempat berada di atas angin pada babak pertama melalui dua gol kilat yang dicetak oleh Jude Bellingham. Gol pertama tercipta melalui sundulan akurat memanfaatkan umpan silang Bukayo Saka, dan hanya berselang 90 detik, bintang Real Madrid itu kembali membobol gawang José Rangel setelah menerima umpan matang dari Harry Kane.
Meksiko tidak tinggal diam dan langsung memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum melalui sepakan voli keras Quiñones yang gagal dibendung Jordan Pickford. Skor 2-1 menutup paruh pertama, menjanjikan paruh kedua yang jauh lebih sengit.
Memasuki babak kedua, petaka menghampiri Three Lions ketika bek muda Jarell Quansah menerima kartu merah langsung dari wasit Alireza Faghani akibat melakukan pelanggaran keras. Dari pengamatan tim redaksi, kehilangan satu pemain memaksa Thomas Tuchel memutar otak dan langsung memasukkan John Stones untuk memperkuat lini pertahanan.
Meski bermain dengan 10 orang, Inggris justru mampu memperlebar jarak setelah Anthony Gordon dijatuhkan di kotak terlarang oleh penjaga gawang Meksiko. Harry Kane yang maju sebagai eksekutor dengan tenang melesakkan bola ke pojok gawang untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Meksiko kembali mendapatkan asa setelah giliran mereka yang dihadiahi penalti oleh wasit akibat pelanggaran keras Harry Kane di area terlarang. Penyerang gaek Raul Jimenez sukses memperdaya Jordan Pickford dari titik putih, memperkecil kedudukan menjadi 2-3 dan membuat akhir laga berjalan sangat menegangkan.
Guna mengamankan kemenangan, Thomas Tuchel memutuskan untuk menarik keluar Harry Kane dan memasukkan sejumlah pemain bertahan seperti Djed Spence dan Dan Burn. Taktik bertahan total ini terbukti ampuh meredam gelombang serangan sporadis yang dilancarkan oleh anak asuh Javier Aguirre.
Hingga peluit panjang dibunyikan, barisan pertahanan Inggris dan kegemilangan Jordan Pickford di bawah mistar gawang berhasil mementahkan seluruh peluang emas Meksiko. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan kelam Meksiko yang kembali gagal menembus fase perempat final sejak terakhir kali merasakannya pada tahun 1986.