Dunia sepak bola Inggris berduka atas berpulangnya Ken Bates, salah satu tokoh paling berwarna, kontroversial, sekaligus sangat signifikan dalam era sepak bola modern. Mantan pemilik Chelsea dan Leeds United tersebut dilaporkan meninggal dunia pada usia 94 tahun, meninggalkan warisan sejarah panjang yang mengubah lanskap sepak bola di Britania Raya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan catatan sejarah klub, Ken Bates paling dikenal berkat kepemilikannya di Chelsea selama lebih dari dua dekade yang penuh gejolak namun bergelimang kesuksesan. Ia membeli klub London Barat tersebut hanya seharga £1 pada tahun 1982 saat berada di ambang kebangkrutan, sebelum akhirnya menjualnya kepada konglomerat Rusia, Roman Abramovich, dalam kesepakatan senilai £140 juta pada Juli 2003.
Dari pantauan redaksi, kiprah Bates di dunia si kulit bundar sebenarnya dimulai sejak tahun 1960-an saat menjabat sebagai ketua Oldham Athletic. Ia kemudian sempat menjadi pemilik sekaligus wakil ketua Wigan Athletic pada awal 1980-an sebelum akhirnya melabuhkan investasi besar dan perhatian penuhnya untuk menyelamatkan Chelsea.
Menurut laporan media lokal, jutawan yang membangun kekayaannya sendiri dari bisnis angkutan dan beton siap pakai ini dikenal tidak pernah takut akan konfrontasi atau melontarkan pernyataan yang meledak-ledak. Selain fokus pada klub, Bates juga merupakan anggota komite eksekutif Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam proyek pembangunan kembali Stadion Wembley.
Bates ditunjuk sebagai ketua Wembley National Stadium Limited pada tahun 1997, meskipun ia akhirnya mengundurkan diri empat tahun kemudian. Dalam pernyataan resminya kala itu, ia mengklaim tidak mendapat dukungan yang cukup dan merasa proses pembangunan berjalan terlalu lambat akibat birokrasi yang rumit.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa di Chelsea dan Stamford Bridge lah nama Bates benar-benar mencuat ke panggung nasional. Menghadapi ancaman likuidasi dengan utang warisan sebesar £1,5 juta, Bates dengan jeli membalikkan nasib klub hingga Chelsea menjelma menjadi kekuatan yang disegani di dalam negeri maupun kompetisi Eropa.
Sebelum menyerahkan kendali kepada Roman Abramovich, Chelsea di bawah era Bates sukses memenangkan dua trofi Piala FA, Piala Liga, UEFA Cup Winners" Cup pada tahun 1998, serta UEFA Super Cup. Keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan Bates mendatangkan jajaran bintang dan pelatih kelas dunia seperti Ruud Gullit, Marcel Desailly, Gianluca Vialli, hingga Gianfranco Zola.
Setelah menyelesaikan eranya yang gemilang bersama The Blues, Bates kemudian menjadi pemilik utama Leeds United pada Januari 2005. Kepemimpinannya di Elland Road juga diwarnai dengan berbagai dinamika dan protes suporter sebelum akhirnya ia resmi meninggalkan klub tersebut pada Juli 2013.