Petenis muda asal Ceko, Linda Noskova, berjalan dengan khidmat menuju kursinya sambil menyumbat kedua telinga dengan jari telunjuknya saat situasi menegangkan terjadi di lapangan. Berdasarkan pengamatan tim redaksi di Centre Court, ia mencoba meredam gemuruh penonton yang bersorak setelah dirinya gagal mengonversi lima poin kejuaraan (championship points). Namun, petenis berusia 21 tahun itu sadar bahwa yang paling penting untuk diredam adalah pikiran fatalistiknya sendiri.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Harapan Noskova untuk merengkuh gelar perdananya di Wimbledon sempat berada dalam situasi kritis setelah ia kehilangan lima gim berturut-turut. Keunggulan nyaman 6-2, 5-2 yang diraihnya sirna begitu saja, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentu. Mengingat ketegangan dan kekhawatiran yang sempat terlihat jelas di hadapan lawannya, kemenangan tampaknya menjadi jauh lebih sulit daripada yang tertera pada papan skor.
Dari pantauan redaksi, dibutuhkan ketahanan mental dan keberanian yang luar biasa bagi Noskova, yang merupakan unggulan kesembilan, untuk membuang keraguan tersebut dan menemukan kembali bentuk permainan terbaiknya. Ia berhasil bangkit dan mengakhiri final Wimbledon yang luar biasa ini sebagai juara baru setelah mengalahkan rekan senegaranya yang merupakan unggulan ke-10, Karolina Muchova, dengan skor akhir 6-2, 5-7, 6-3.
Meskipun Noskova menempuh jalur yang dramatis untuk meraih trofi ini, pencapaian tersebut bukanlah kejutan besar bagi para pengamat tenis. Sebagai mantan petenis junior papan atas, ia sudah lama digadang-gadang sebagai salah satu bakat terkemuka dari generasi baru. Sebelum tampil di Inggris, Noskova mempersiapkan diri dengan memenangkan gelar terbesar dalam kariernya di ajang WTA 500 di Berlin, Jerman.
Pertandingan emosional antara dua sahabat dan mantan rekan tanding ganda ini diakhiri dengan pidato yang menyentuh hati. Muchova, yang juga menelan kekalahan di final Prancis Terbuka 2023 dari Iga Swiatek, tampak menahan air mata saat memberikan ucapan selamat kepada sang junior. "Linda, kamu adalah mantan temanku. Saya bercanda. Kamu masih sangat muda, ini final pertamamu dan cara kamu menanganinya sungguh luar biasa. Kamu adalah orang yang baik. Selamat, kamu layak mendapatkannya," ujar Muchova yang disambut tawa penonton.
Di akhir pidato kemenangannya, setelah berterima kasih kepada tim yang mendampinginya di Wimbledon, Noskova mempersembahkan momen emosional ini untuk mendiang ibunya, Ivana, yang meninggal dunia karena kanker pada tahun 2024. "Saya pastinya tidak akan berdiri di sini tanpa Ibu, jadi terima kasih," ucap Noskova sembari meniupkan ciuman ke arah langit.
Keberhasilan ini semakin menegaskan dominasi petenis Ceko di sektor tunggal putri Wimbledon dalam beberapa tahun terakhir. Noskova menjadi juara ketiga yang berbeda dari negara tersebut dalam empat tahun terakhir, mengikuti jejak Marketa Vondrousova pada 2023 dan Barbora Krejcikova pada 2024. Final sesama petenis Ceko ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah Grand Slam.
Menurut catatan resmi pertandingan, tribun kerajaan juga diramaikan oleh kehadiran para legenda tenis Ceko dari generasi terdahulu. Martina Navratilova, pemegang rekor sembilan kali juara tunggal putri Wimbledon, serta Petra Kvitova yang merupakan pemilik dua gelar juara, turut hadir menyaksikan langsung penerus mereka bertarung habis-habisan di lapangan rumput London.