Dari pantauan redaksi di Centre Court, ketegangan luar biasa sempat menyelimuti Linda Noskova ketika ia duduk dengan handuk tersampir di kepalanya. Petenis muda tersebut mencoba memblokir gemuruh penonton dengan menyumbat telinga menggunakan jarinya. Lima poin kejuaraan (championship points) telah datang dan pergi begitu saja. Penonton yang telah menghabiskan waktu satu jam menyaksikan final yang awalnya berat sebelah, tiba-tiba bersorak mendukung aksi bangkitnya Karolina Muchova.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, situasi tersebut mengingatkan publik pada memori kelam Jana Novotna dalam sejarah Wimbledon. Kisah Novotna yang menangis di pundak Duchess of Kent setelah menyia-nyiakan keunggulan mutlak melawan Steffi Graf pada final 1993 adalah cerita pilu yang melegenda. Tiga puluh tiga tahun kemudian, seorang wanita Ceko lainnya berdiri di ambang patah hati yang sama. Namun, Noskova berhasil mengubah akhir cerita dengan menundukkan Muchova 6-2, 5-7, 6-3 untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya.
Bagi Republik Ceko yang hanya berpenduduk sekitar 11 juta jiwa, prestasi ini sangat luar biasa. Menurut catatan kompetisi, ini adalah ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir seorang petenis wanita Ceko berhasil mengangkat Venus Rosewater Dish di All England Club. Marketa Vondrousova menang pada 2023, diikuti Barbora Krejcikova pada 2024, dan kini Noskova menambahkan namanya ke dalam garis keturunan juara tersebut.
Sebelum generasi ini, ada Petra Kvitova yang permainan kidalnya menginspirasi anak-anak Ceko, termasuk Noskova sendiri. Jauh sebelum Kvitova, ada Novotna yang penebusan dosanya pada tahun 1998 menjadi klasik, serta Martina Navratilova yang memegang rekor sembilan gelar tunggal. Setiap generasi selalu meninggalkan warisan untuk berikutnya, dan pada hari Sabtu itu, Noskova resmi menerima tongkat estafet keberhasilan tersebut.
Hubungan antara Muchova dan Noskova sendiri sangat dekat sejak mereka berpasangan di Olimpiade Paris 2024. Persahabatan mereka menjadi salah satu alur cerita paling menarik dalam final sesama Ceko ini. Pada laga tersebut, Noskova yang berusia 21 tahun sempat unggul nyaman 6-2, 5-2 dan hanya berjarak dua poin dari gelar juara sebelum Muchova mulai menyelamatkan match point demi match point yang membuat Noskova sempat melakukan double fault akibat tekanan.
Menurut pengamatan tim redaksi, kehilangan lima gim berturut-turut di set kedua bisa membuat banyak pemain hancur secara mental. Namun, Noskova menunjukkan kelasnya dengan langsung mematahkan servis lawan di awal set ketiga, menemukan kembali ritme permainannya, dan mengakhiri laga dengan sebuah servis keras yang tidak bisa dikembalikan. "Linda, mantan temanku," canda Muchova saat memberikan ucapan selamat yang menggambarkan keintiman unik di antara keduanya.
Di tribun kehormatan, Petra Kvitova yang menjuarai Wimbledon pertamanya pada usia 21 tahun tampak menyaksikan langsung sang penerus yang kini juga berusia 21 tahun. Sejarah mungkin tidak selalu berulang di Wimbledon, namun trofi Venus Rosewater Dish terbukti terus menemukan jalannya ke tangan para petenis Ceko. Setelah sempat hampir mengalami tragedi terkejam, Noskova akhirnya resmi mengamankan tempatnya dalam silsilah keluarga juara.