Devins Barcelona Devins Barcelona
/home / berita / Pegolf Inggris Bertekad Akhiri...
BERITA

Pegolf Inggris Bertekad Akhiri Kutukan di Royal Birkdale

Para pegolf Inggris bersiap menghadapi turnamen golf Open Championship di Royal Birkdale

Para pegolf Inggris bersiap menghadapi turnamen golf Open Championship di Royal Birkdale

Harapan besar kini tengah membumbung tinggi di pundak para pegolf Inggris menjelang gelaran turnamen Open Championship di Royal Birkdale. Berdasarkan catatan sejarah, kali terakhir pegolf Inggris berhasil memenangkan turnamen ini di tanah kelahiran mereka sendiri terjadi pada 12 Juli 1969 silam. Kala itu, Tony Jacklin sukses mengakhiri puasa gelar selama 18 tahun setelah mengalahkan Bob Charles dengan keunggulan dua pukulan di Royal Lytham & St Annes.

Dari pantauan redaksi, sejarah mencatat bahwa Nick Faldo memang sempat memenangkan Open Championship sebanyak tiga kali setelah era tersebut, dengan kemenangan terakhir pada tahun 1992. Namun, seluruh kemenangan legendaris Faldo tersebut diraih saat turnamen digelar di Skotlandia, bukan di Inggris. Hal ini membuat kutukan kegagalan di rumah sendiri terus membayang-bayang generasi pegolf Inggris hingga saat ini.

Kendati demikian, sinyal kebangkitan kini dirasa lebih kuat dibandingkan generasi sebelumnya. Nama-nama besar seperti Matt Fitzpatrick dan Tommy Fleetwood saat ini bertengger di posisi ketiga dan keempat dalam bursa taruhan, tepat di bawah Scottie Scheffler dan Rory McIlroy. Optimisme kian menebal mengingat Aaron Rai baru saja menjuarai US PGA Championship pada Mei lalu, ditambah performa Tyrrell Hatton yang mulai membaik serta motivasi tinggi dari veteran berusia 45 tahun, Justin Rose.

Menurut Justin Rose, turnamen Open Championship bagi seorang pemain Britania Raya merupakan puncak tertinggi dalam dunia golf. "Ini adalah turnamen yang paling ingin saya menangkan," ungkap Rose, yang pernah menempati posisi keempat bersama di Birkdale saat masih berstatus amatir pada tahun 1998 silam.

Sentimen serupa juga disampaikan oleh Aaron Rai yang kini berusia 31 tahun. Ia mengenang masa kecilnya saat menyaksikan kompetisi ini di televisi sejak usia lima tahun. "Saya orang Britania Raya, dan ini adalah turnamen Open di kandang sendiri, jadi ini merupakan turnamen yang sangat, sangat spesial," tutur Rai penuh antusiasme.

Berdasarkan analisis performa, salah satu faktor yang dinilai menjadi penyebab panjangnya puasa gelar ini adalah dominasi peringkat dunia. Sejak masa kejayaan Nick Faldo sebagai nomor satu dunia berakhir, pegolf Inggris jarang menduduki posisi puncak dalam waktu lama. Luke Donald hanya bertahan selama 56 minggu, Lee Westwood 22 minggu, dan Justin Rose 13 minggu. Statistik ini kalah jauh jika dibandingkan dengan dominasi Tiger Woods dan Scottie Scheffler yang secara akumulatif menguasai takhta nomor satu dunia selama hampir 17 tahun.

Faktor tekanan mental di kandang sendiri juga menjadi tantangan yang nyata. Rory McIlroy, yang telah dua kali merasakan atmosfer bermain di rumah sendiri di Royal Portrush, menjelaskan bahwa ekspektasi publik menciptakan lingkungan yang sangat berat. Menurut McIlroy, seorang pemain akan merasakan beban tambahan karena merasa harus bermain bagus demi menyenangkan semua orang dan bukan untuk dirinya sendiri.

Meskipun demikian, McIlroy meyakini bahwa Fleetwood dan Fitzpatrick memiliki ketenangan untuk mengatasi tekanan tersebut. Menurut pengamatan tim redaksi, atmosfer turnamen kali ini juga diprediksi akan sangat luar biasa, terutama dengan adanya momentum dukungan olahraga nasional yang sedang masif di Inggris saat ini.

Di antara para kandidat juara, Tommy Fleetwood dipastikan akan menjadi pemain yang paling mendapat dukungan meriah. Tumbuh besar di Southport, Fleetwood dulunya sering menyelinap masuk ke Birkdale saat masih anak-anak. Ia menegaskan tidak akan merasa terbebani oleh ribuan penggemar yang mendukungnya, melainkan menganggapnya sebagai sebuah impian masa kecil yang menjadi kenyataan.

Di sisi lain, Matt Fitzpatrick yang telah memenangkan tiga gelar PGA Tour tahun ini disebut-sebut memiliki peluang terbesar untuk mematahkan kutukan tersebut. Fitzpatrick mengaku saat ini berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan saat ia memenangkan gelar major pertamanya di US Open 2022. "Permainan pendek saya sangat, sangat bagus, begitu juga dengan pukulan iron saya," tegas Fitzpatrick penuh percaya diri.

Optimisme tinggi kini tidak hanya dirasakan oleh 21 pegolf Inggris yang berlaga, tetapi juga oleh ribuan penonton yang memadati Royal Birkdale. Namun, perjuangan mereka dipastikan tidak akan mudah karena ada 135 pegolf lain dari 27 negara berbeda yang siap menjegal ambisi tuan rumah dan merebut trofi bergengsi tersebut.

// TOPICS
#golf #the_open #royal_birkdale #matt_fitzpatrick #tommy_fleetwood #olahraga_internasional
Tim Jurnalis & Analis Barcelona

Redaksi Devins Barcelona terdiri dari jurnalis sepak bola yang bersemangat, analis taktik, dan pengamat klub yang berdedikasi untuk menyajikan berita Barcelona paling lengkap dan terpercaya. Dari berita transfer terbaru hingga analisis taktik mendalam, serta laporan eksklusif dari balik layar Blaugrana, kami siap melayani para culers di seluruh Indonesia.