Pegolf asal Selandia Baru, Ryan Fox, mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak bisa merasakan tangannya akibat ketegangan yang luar biasa saat melakukan putt penentu kemenangan dalam turnamen major The Open Championship ke-154. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Fox sukses mengukir sejarah besar setelah mengamankan gelar juara major pertamanya secara dramatis melalui keunggulan satu pukulan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kemenangan ini membuat Ryan Fox menjadi pegolf Selandia Baru pertama yang memenangkan turnamen The Open sejak pencapaian legendaris Bob Charles pada tahun 1963 silam. Dari pantauan redaksi, Fox menutup putaran final dengan catatan 68 pukulan untuk mengumpulkan total 10-di bawah-par, yang terbukti cukup untuk menumbangkan perlawanan sengit Cameron Young di posisi kedua.
Fox yang merupakan putra dari legenda rugbi All Black, Grant Fox, tampil sangat tenang saat mendekati lubang ke-18 di sepanjang kompetisi. Namun, saat merefleksikan momen bersejarah tersebut, ia mengungkapkan betapa emosionalnya situasi di lapangan hijau ketika tekanan penonton tertuju padanya.
"Anda bahkan tidak bisa merasakan tangan Anda sendiri, saya tahu itu. Fokus saya dengan putter sepanjang hari hanyalah menarik napas dalam-dalam sebelum memukul dan mencoba membidik garis target. Saya melakukan itu di lubang ke-18. Saya gemetar hebat dan hanya mencoba mengarahkannya ke dekat lubang," ujar Ryan Fox saat diwawancarai pasca-pertandingan.
Menurut laporan jalannya pertandingan, performa Fox di sembilan lubang terakhir sangat solid, termasuk keberhasilannya mencetak dua birdie pada tiga lubang penutup. Sebelum menorehkan prestasi gemilang ini, Fox belum pernah sekalipun menembus posisi 10 besar dalam turnamen major, bahkan sempat gagal lolos cut pada ajang The Open edisi tahun 2025 lalu.
"Anda selalu memimpikan momen seperti ini, tetapi saya tidak pernah benar-benar tahu apakah ini akan menjadi kenyataan. Sekarang mimpi itu nyata dan melihat nama saya terukir dalam sejarah olahraga ini adalah hal yang luar biasa. Saya juga sangat menghargai semua dukungan dari masyarakat di rumah, di Selandia Baru," pungkasnya.