Mantan penyerang legendaris asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, melontarkan kritik pedas yang ditujukan langsung kepada pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia. Reaksi keras ini muncul menyusul tersingkirnya skuad Setan Merah dari babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan tipis 1-2 dari Spanyol. Ibrahimovic secara blak-blakan menuding keputusan taktis sang juru taktik Prancis tersebut sebagai biang keladi kegagalan Belgia di turnamen bergengsi ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pernyataan resminya saat bertugas sebagai komentator untuk FOX Sports sepanjang Piala Dunia ini, Ibrahimovic mempertanyakan keputusan Garcia dalam pemilihan penjaga gawang pengganti. "Saya menganggap pelatih nasional bertanggung jawab atas kekalahan ini. Ini adalah keputusan yang merugikan Belgia dalam pertandingan," ujar pria asal Swedia tersebut dengan nada kecewa setelah peluit panjang berbunyi.
Kritik tajam dari Ibrahimovic berfokus pada momen krusial ketika Thibaut Courtois harus ditarik keluar akibat cedera pada menit ke-71. Mantan pemain Los Angeles Galaxy itu mengaku sangat terkejut karena Rudi Garcia justru memasukkan Senne Lammens yang bermain untuk Manchester United, dan membiarkan Mike Penders tetap berada di bangku cadangan.
Menurut analisis Ibrahimovic, performa Lammens dinilai belum layak untuk level turnamen sebesar Piala Dunia. "Mengapa mengganti Courtois dengan Senne Lammens dari Manchester United, sementara Mike Penders tetap di bangku cadangan? Apakah karena Lammens bermain di Manchester United dan Penders di Strasbourg? Bukan begitu cara memilih penjaga gawang untuk tim nasional. Lammens bukanlah kiper yang bagus di level ini, dia dinilai terlalu berlebihan," cecar Ibrahimovic.
Dari pantauan redaksi, laga sejatinya sempat berjalan seimbang bahkan kedua tim diprediksi akan melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu. Namun, Spanyol berhasil memecah kebuntuan di menit-menit akhir babak kedua lewat gol Mikel Merino. Gol tersebut tercipta setelah Lammens gagal mengantisipasi dengan sempurna tendangan jarak jauh Pau Cubarsi, sehingga bola muntah langsung disambar oleh gelandang Spanyol tersebut.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa hasil ini menjadi pukulan telak bagi kubu Belgia yang sebenarnya mencetak sejarah baru dengan berhasil mencapai babak perempat final Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut, yakni pada tahun 2018, 2022, dan 2026. Di akhir komentarnya, Ibrahimovic kembali menegaskan kekecewaannya dan mengkritik habis staf kepelatihan Belgia. "Memalukan. Memalukan bagi Anda, pelatih nasional dan juga pelatih penjaga gawang," pungkasnya.