Organisasi non-pemerintah (ONG) yang bergerak di bidang hak asasi manusia, FairSquare, resmi mengajukan pengaduan kepada Komite Etik IOC (Komite Olimpiade Internasional) terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Berdasarkan pantauan redaksi dari pernyataan resmi lembaga tersebut pada hari Selasa, Gianni Infantino dituduh telah berulang kali melanggar aturan netralitas politik dengan memberikan dukungan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebagai anggota IOC sejak Januari 2020, Gianni Infantino wajib mematuhi aturan netralitas politik yang termaktub dalam Piagam Olimpiade dan Kode Etik lembaga tersebut. Menurut pengamatan tim redaksi, saat dilantik bersama ratusan anggota lainnya, Presiden FIFA itu telah bersumpah untuk menghormati prinsip-prinsip tersebut. FairSquare mengingatkan bahwa IOC memiliki kewenangan penuh untuk memberhentikan anggota yang tidak memenuhi kewajiban ini.
FairSquare menegaskan adanya bukti kuat mengenai lima pelanggaran nyata yang dilakukan Gianni Infantino melalui pernyataan maupun tindakan dukungan eksplisit kepada Donald Trump. Pelanggaran pertama terjadi pada 20 Januari 2025 melalui sebuah video, di mana ia berterima kasih kepada Donald Trump atas undangan pelantikan dan menutupnya dengan kalimat yang dinilai mendukung agenda politik sang presiden Amerika Serikat.
Pelanggaran berikutnya tercatat pada 4 Februari, saat Gianni Infantino menyatakan via akun Instagram miliknya bahwa Donald Trump layak menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Menurut FairSquare, tindakan ini merupakan bentuk dukungan pribadi yang nyata dalam situasi politik yang sangat kontroversial. Dukungan politik yang jelas kembali terlihat pada 5 November 2025 ketika ia memuji kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh Donald Trump.
Selain itu, dari pantauan redaksi terhadap berkas aduan, Gianni Infantino juga dinilai memberikan dukungan personal terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat saat menyerahkan Penghargaan Perdamaian FIFA kepada Donald Trump pada 5 Desember 2025. Terakhir, pada 19 Februari 2026, Gianni Infantino kedapatan menghadiri acara "Dewan Perdamaian" bentukan Donald Trump dengan mengenakan topi merah bertuliskan "USA" dan "45-47" yang merujuk pada periode masa jabatan sang presiden.
Di samping lima pelanggaran tersebut, FairSquare juga meminta IOC untuk menyelidiki dua dugaan pelanggaran serius lainnya. Salah satunya adalah kemungkinan adanya tekanan politik dari Donald Trump untuk membatalkan kartu merah penyerang Amerika Serikat, Balogun, agar bisa tampil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia. Dugaan lainnya terkait promosi situs suplemen FIFA yang disinyalir menjadi bagian dari kampanye pengumpulan data oleh entitas yang terhubung dengan Donald Trump.
Berdasarkan catatan jurnalis, ini bukan pertama kalinya FairSquare mempermasalahkan sikap Gianni Infantino. Pada Desember lalu, mereka juga telah mengadukan pria asal Swiss tersebut ke Komite Etik FIFA atas pelanggaran serupa. Meskipun sekretariat kamar penyelidikan FIFA telah menerima pengaduan itu, hingga kini belum ada informasi lanjutan yang diberikan kepada FairSquare, meski laporan tersebut didukung oleh Federasi Sepak Bola Norwegia dan 50 anggota parlemen Eropa.