Ketegangan menjelang pertandingan babak perempat final Piala Dunia antara tim nasional Perancis dan Maroko rupanya tidak hanya terjadi di dalam lapangan. Berdasarkan pantauan redaksi dari rangkaian persiapan jelang laga krusial yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam waktu setempat ini, situasi panas justru menjalar hingga ke ruang konferensi pers yang melibatkan para awak media.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Insiden bermula ketika penyerang timnas Maroko, Brahim Diaz, sedang memberikan pernyataan di depan media. Secara tiba-tiba, suasana riuh pecah di barisan belakang ruang konferensi pers. Dari pengamatan tim redaksi, adu mulut sengit terjadi antara dua orang jurnalis yang saling menuduh telah melakukan kontak fisik hingga menghentikan sesi tanya jawab sang pemain.
"Mengapa Anda memukul saya?", cetus salah seorang jurnalis dengan nada tinggi. Lawan bicaranya langsung membalas, "Anda yang memukul saya terlebih dahulu." Perdebatan tersebut terus berulang hingga membuat Brahim Diaz tertegun di podium menyaksikan kejadian memalukan di hadapannya tersebut.
Melihat situasi yang tidak kondusif, beberapa jurnalis lain dan petugas media Maroko mencoba menenangkan keadaan. "Harap tenang, konferensi pers sedang berlangsung," ujar salah satu pihak di ruangan. Peristiwa unik ini bahkan sempat memicu senyuman dari pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, sebelum petugas dari FIFA akhirnya turun tangan untuk melerai keributan.
Mencoba mencairkan suasana yang sempat membeku, Mohamed Ouahbi melontarkan kelakar kepada para wartawan yang bertikai. "Kami harus memisahkan kalian seperti anak-anak di sekolah," canda sang pelatih. Setelah ketegangan mereda selama beberapa menit, sesi konferensi pers akhirnya dapat dilanjutkan kembali.
Namun, atmosfer panas di kalangan media ternyata tidak berhenti sampai di situ. Berdasarkan observasi lanjutan, tensi tinggi juga sempat mewarnai sesi konferensi pers timnas Perancis bersama Didier Deschamps. Saat sang pelatih hendak meninggalkan kursinya setelah sesi pagi berakhir, protes keras dilayangkan oleh sejumlah jurnalis asal Maroko.
Seorang jurnalis Maroko berdiri dan melayangkan protes kepada petugas pers Perancis karena merasa tidak diberikan kesempatan yang adil untuk bertanya. "Kami juga memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan. Anda hanya memberikan kesempatan kepada media Perancis. Ini adalah konferensi pers resmi FIFA, tetapi kami hanya diberikan jatah dua pertanyaan sejak tadi," keluh jurnalis tersebut dengan kecewa.