Tim nasional Argentina saat ini tengah bersiap menghadapi laga sengit melawan Inggris dalam babak semifinal Piala Dunia yang akan digelar di Atlanta. Di tengah ambisi besar La Albiceleste untuk mempertahankan gelar juara dunia berturut-turut, sebuah fakta mengejutkan muncul ke permukaan terkait regulasi internal baru yang diterapkan oleh otoritas sepak bola negara tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari Sportbible, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) telah memperkenalkan kebijakan yang sangat ketat sejak awal tahun ini. Jika aturan baru tersebut sudah berlaku di masa lalu, megabintang sekaligus kapten tim, Lionel Messi, dipastikan tidak akan pernah diizinkan untuk mengenakan seragam kebesaran tim nasional Argentina.
Menurut pantauan redaksi, aturan yang diumumkan pada Februari lalu menetapkan bahwa setiap pemain muda yang memutuskan beremigrasi atau pindah ke klub luar negeri tanpa terlebih dahulu menandatangani kontrak profesional di tanah airnya, dilarang keras untuk dipanggil ke skuad tim nasional, baik di tingkat junior maupun senior.
Langkah berani ini diambil oleh AFA demi melindungi hak-hak ekonomi klub lokal dari eksploitasi hukum hak asuh orang tua atau "patria potestad". Di Argentina, pemain berusia 16 tahun sudah legal untuk menandatangani kontrak profesional, namun banyak agen dan orang tua yang memanfaatkan celah hukum untuk membawa anak mereka ke Eropa secara cuma-cuma, sehingga klub asal hanya menerima biaya kompensasi pembinaan yang sangat kecil.
Dari pengamatan tim redaksi, Lionel Messi adalah contoh paling nyata dari fenomena ini ketika ia meninggalkan jajaran pemuda Newell's Old Boys untuk bergabung dengan FC Barcelona di Spanyol pada usia belia tanpa ikatan kontrak profesional di Argentina. Selain sang kapten, penjaga gawang andalan Emiliano Martinez juga akan terkena dampak serupa karena ia meninggalkan akademi Independiente untuk bergabung dengan Arsenal di Inggris pada tahun 2010 silam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari TyC Sports, keputusan AFA ini dipicu oleh kasus kepindahan gelandang berusia 16 tahun, Lucas Scarlato, yang menyeberang dari River Plate ke klub kasta atas Italia, Parma, tanpa kesepakatan profesional di Argentina. Kasus tersebut menjadi titik puncak kekesalan federasi yang akhirnya melahirkan kebijakan proteksionis ini.
"Berdasarkan keputusan Presiden dan Komite Eksekutif, administrasi AFA selalu berupaya membela kepentingan klub-klub yang mengasuh pemain. Siapa pun yang tidak memahami hal ini dan memilih menggunakan hak orang tua untuk beremigrasi tidak akan dipanggil ke tim nasional muda mana pun," ujar Javier Mendez Cartier selaku Direktur Tim Muda AFA.