Pemain muda Inggris, Jacob Bethell, tampil luar biasa untuk membawa timnya meraih kemenangan atas India dalam pertandingan kriket format kedua T20 International di Manchester yang berlangsung dingin dan berangin. Berdasarkan pantauan redaksi, Bethell sukses menjadi penentu kemenangan lewat performa impresifnya, terutama saat menghadapi over krusial dari bowler India, Ravi Bishnoi.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebelum over penentu tersebut, Inggris berada dalam posisi sulit karena membutuhkan 49 run dari 24 bola. Namun, berkat ketenangan Bethell yang mencetak 76 run dari 46 pengiriman, Inggris berhasil membalikkan keadaan menjadi hanya membutuhkan 20 run dari 18 bola hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan menyisakan satu over.
"Tidak ada yang lebih manis bagi seorang batter daripada berjalan keluar lapangan dengan kemenangan, tidak out, dan menjabat tangan rekan-rekan setim," ujar Bethell setelah pertandingan. Mengenai dua pukulan six yang diraihnya setelah no-ball dari Bishnoi, ia menambahkan bahwa free hit memberikan momentum yang tepat untuk menekan lawan tanpa harus terburu-buru mengayun pemukul terlalu keras.
Di sisi lain, laga ini juga mencatatkan sejarah baru bagi tim kriket India dengan debutnya Vaibhav Sooryavanshi. Pada usia 15 tahun 99 hari, Sooryavanshi menjadi pemain internasional pria India termuda dalam sejarah kriket. Menurut pengamatan tim redaksi, meski sempat mencuri perhatian lewat pukulan impresifnya saat menghadapi rekan setimnya di Rajasthan Royals, Jofra Archer, penampilannya hanya bertahan selama 10 bola sebelum harus keluar lapangan.
Menurut laporan pertandingan, India sempat berada di jalur yang tepat untuk mencetak total run di atas 200 berkat kontribusi pembuka dari Abhishek Sharma dan Ishan Kishan yang membawa tim mencapai skor 130 setelah 13 over. Namun, barisan bowling Inggris yang dipimpin oleh Sam Curran berhasil meredam laju angka India dengan mengamankan dua wicket penting.
Akselerasi di akhir babak oleh Tilak Varma, yang mencetak beberapa pukulan six dan four di over terakhir menghadapi Archer, membantu India menutup giliran memukul mereka dengan total skor 190 untuk tujuh wicket. Angka ini sedikit lebih baik dari catatan mereka pada pertandingan pertama yang sempat terganggu hujan pada hari Rabu lalu.
Awal babak Inggris sempat diwarnai kejutan ketika kedua pemain pembuka mereka gugur tanpa mencetak satu run pun di over pertama yang dilemparkan oleh Arshdeep Singh. Beruntung, Harry Brook langsung membangkitkan moral tim lewat sumbangan 39 run dari 15 bola untuk memulai proses pemulihan tim tuan rumah dari tekanan spin yang diterapkan oleh India.
Puncak balik modal Inggris terjadi saat Ravi Bishnoi melakukan kesalahan run-up yang berujung pada beberapa no-ball. Bethell memanfaatkan keuntungan free hit tersebut dengan melepaskan pukulan-pukulan bernilai enam angka yang meruntuhkan mental bertanding barisan pertahanan India.
Menanggapi hasil pertandingan ini, penjaga gawang India, Ishan Kishan, mengakui timnya sempat berada di atas angin sebelum momentum free hit mengubah arah permainan. "Kami berada dalam situasi di mana kami pikir kami bisa memenangkan pertandingan, tetapi free hit tersebut memudahkan Bethell untuk melepaskan tekanan. Kita harus memuji penampilannya yang sangat indah hari ini," tutur Kishan.