Kejutan besar mewarnai jalannya turnamen tenis bergengsi Wimbledon di Inggris. Sang juara bertahan, Iga Swiatek, secara tidak terduga harus angkat koper lebih awal menyusul unggulan kedua Elena Rybakina yang juga tersingkir pada rangkaian pertandingan hari Sabtu waktu setempat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Swiatek yang merupakan unggulan ketiga sekaligus pemilik enam gelar Grand Slam, takluk dua set langsung 7-6 (11-9) dan 6-2 dari petenis muda Filipina, Alexandra Eala. Pertandingan sengit yang berlangsung di Centre Court tersebut berakhir dramatis setelah Eala berhasil mengonversi match point ketiganya.
Dari pantauan redaksi, kekalahan Swiatek ini terjadi hanya satu jam setelah mantan juara tahun 2022, Elena Rybakina, juga menelan kekalahan. Rybakina dipaksa menyerah oleh petenis asal Belgia, Elise Mertens, dengan skor akhir 7-6 (7-4) dan 6-1.
Kekalahan yang dialami Rybakina memastikan posisi Aryna Sabalenka sebagai petenis nomor satu dunia sektor tunggal putri tetap aman. Posisi Sabalenka tidak akan goyah terlepas dari seberapa jauh petenis asal Belarus tersebut melangkah dalam turnamen kali ini.
Menurut sejumlah pengamat, hasil minor yang diraih Swiatek menegaskan kutukan tersendiri di nomor tunggal putri. Catatan statistik menunjukkan bahwa belum ada lagi petenis wanita yang mampu mempertahankan gelar juara tunggal putri di Wimbledon sejak Serena Williams melakukannya pada tahun 2016 silam.
Kekecewaan juga diraih oleh finalis tahun lalu, Amanda Anisimova. Petenis asal Amerika Serikat itu harus mengakui keunggulan rekan senegaranya sekaligus mantan juara Australian Open, Madison Keys, lewat drama tiga set dengan skor 3-6, 6-2, dan 6-3.
Sembari menahan tangis setelah pertandingan, Anisimova mengungkapkan kekecewaannya karena belum bisa kembali ke performa terbaiknya setelah dibekap cedera panjang. "Bagi saya, tidak menyenangkan bermain hari ini dengan permainan tenis saya yang seperti itu. Saya merasa sudah melakukan semua yang saya bisa dan bekerja sangat keras. Jadi, melihat permainan saya masih di titik ini, rasanya sangat sulit diterima," ujarnya.