Presiden Barcelona Joan Laporta memberikan pernyataan terbuka usai menghadiri sebuah acara peresmian mengenai manuver transfer klubnya. Fokus utama dalam sasarannya kali ini tertuju pada penyerang Atlético Madrid, Julián Álvarez. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Laporta menegaskan bahwa pihaknya telah melayangkan penawaran resmi antarklub yang memiliki batas waktu tertentu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Laporta, pihak Atlético Madrid saat ini terkesan mempersulit proses negosiasi karena belum menemukan sosok pengganti yang sepadan di lini depan. Meski demikian, sang presiden menyayangkan sikap manajemen Los Rojiblancos yang dinilai berlebihan hingga melayangkan aduan kepada badan sepak bola dunia FIFA terkait ketertarikan Barcelona.
"Biarkan saya memulainya dengan mengatakan bahwa kami tetap menaruh rasa hormat yang besar kepada Atlético. Kami tidak memaksakan situasi ini, melainkan sang pemain sendiri yang menginginkannya. Pemain ini sebenarnya sudah masuk dalam radar Barca sebelum dia pindah ke Manchester City, namun saat itu kami belum mampu secara finansial. Sekarang kami telah mengajukan penawaran resmi," ujar Laporta seperti dilansir dari Marca.
Dari pantauan redaksi, Barcelona menyadari bahwa manajemen klub Madrid tersebut enggan menjual sang striker Argentina karena ketiadaan alternatif. Laporta menambahkan bahwa Deco selaku Direktur Olahraga Barcelona telah mengajukan proposal dengan nominal yang signifikan. Ia juga mengklaim sang pemain sudah lama memendam hasrat untuk berseragam Blaugrana.
"Atlético kini bersikap keras kepala dan saya berharap mereka mempertimbangkan kembali lalu menerima tawaran kami. Jika tidak, katakan saja dan kita lihat nanti. Namun, membawa masalah ini ke UEFA atau FIFA sungguh tidak masuk akal. Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin memperkeruh suasana," tambah Laporta.
Di sisi lain, Laporta juga sempat menyinggung keluhan rival abadi mereka, Real Madrid, ke UEFA. Ia meyakini langkah hukum tersebut tidak akan membuahkan hasil dan hanya sekadar bentuk pengalihan isu dari masalah internal mereka sendiri. Ia memastikan kondisi keuangan Barcelona kini jauh lebih sehat untuk merekrut pemain bintang dengan tetap mematuhi aturan financial fair play.